Annyeong haseyo… ^^ selamat datang… ^^ Ahlan wa sahlan… ^^ Wilujeung Sumping… ^^

Jejak Deputi dalam diri si “Orange”

Deputi atau Departemen Keputrian adalah satu-satunya Departemen yang ada di al-ghifari yang semua personilnya adalah WANITA. Ya iyalah.. namanya juga Departemen Keputrian..


Awal aku menjadi salah satu bagian dari Deputi adalah pada saat Al-ghifari mengadakan Open recruitment pengurus tahun 2007. Pada saat itu ada 2 departemen yang aku pilih. Yang pertama adalah Departemen Syiar dan yan
g kedua adalah Departemen Keputrian. Dan ternyata.. hasil OR memutuskan bahwa aku diterima sebagai pengurus DKM Al-ghifari tahun 2007-2008 di departemen Keputrian,, ALLAHU AKBAR !!! Hari itu juga, seluruh pengurus baru Deputi dikumpulkan oleh sang koordinator Departemen Keputrian yang juga seorang Mas’ullah Al-Ghifari. Beliau menjelaskan banyak hal all about Deputi. Dalam hati aku berazzam… “kehidupanmu yang baru sebagai pengurus Al-ghifari akan dimulai, itu berarti kamu harus berusaha untuk memberikan kontribusi terbaik yang bisa kamu berikan untuk Al-ghifari… SMANGAT !!!!”

Proram Kerja Departemen Keputrian selama kepengurusan tahun 2007-2008 yang paling berkesan untukku ada dua. Yang pertama adalah KFC (Kartini Fair Choy) yang diadakan pada hari kartini tanggal 21 April 2008. Dan yang kedua adalah MUDA (Muslimah Tampil Indah dan Beda) yang dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2008. Kenapa kedua proker tersebut bisa sangat berkesan dihati ku?..
Yang pertama, KFC. Pertama kalinya aku menjadi ketua pelaksana
acara keputrian di kampus IPB ini. Pertama kalinya juga belajar buat bunga dari kertas krep. Jujur.. membutuhkan waktu yang cukup lama, hingga akhirnya aku bisa juga buat bunga dari kertas krep. Sampe-sampe ada yg ngeledek.. Nah loh.. Keputrian koq ga bisa buat bunga?… Pelaksanaan KFC yang bersamaan dengan Pekan UTS mengakibatkan sulitnya membagi waktu untuk membuat bunga dengan belajar untuk UTS. Tapi aku berusaha untuk mengatasi hal tersebut. Justru dengan padatnya aktifitas membuat bunga, jadi setiap ada waktu untuk belajar,, aku gunakan sebaik-baiknya untuk belajar. Senang rasanya bisa memberikan bunga ke dosen dan rekan-rekan mahasiswi. Melihat senyum di wajah mereka pada saat menerima bunga,, rasanya.. hilang deh semua rasa cape n lelah.
Trus untuk acara MUDA. Kenapa bisa begitu berkesan?… karna di acara MUDA, aku berhasil mendatangkan teh che-che kirani sebagai pengisi acara. Perjuangan yg tidak akan aku lupakan. Bolak-balik ke Depok naik bis. Jualan Donat di kelas untuk tambahan dana dan seabrek kenangan lainnya.

Tibalah hari itu. Ahad,, 14 Desember 2008 merupakan Pelantikan Pengurus Baru DKM AL-GHIFARI IPB Tahun Kepengurusan 2008-2009. Hari itu, aku menerima amanah yang tidak pernah kusangka sebelumnya. Menjadi Kepala Departemen Keputrian yang mencakup sebagai Mas’ullah Al-Ghifari. Astaghfirullohaladzim. Sungguh, tak pernah terbayang dalam benakku bahwa aku akan memikul amanah ini. Rasa-rasanya masih banyak yang lebih pantas dariku. Pada awalnya, amanah ini menimbulkan ketakutan dalam benakku dan selalu saja terngiang-ngiang pertanyaan “apakah aku bisa?”

Seorang muslimah penyuka warna orange yang masih kekanak-kanakan,, dipilih menjadi Seorang Mas’ullah Alghifari. Apa tidak salah?.. Namun, dibalik itu semua aku mencoba untuk menjalaninya dengan prinsip “dimanapun da’wah menempatkanku, maka aku harus siap”.

Pikiranku pun berputar-putar pada sosok-sosok Mas’ullah Al-Ghifari sebelumku. Bisakah aku seperti mereka ?.. Tidak.. aku memang tidak akan bisa seperti mereka. Karna aku adalah aku. Aku hanya meminta pada Allah agar selalu diberi kekuatan dalam menjalani amanah ini. Aku ingin memberikan yang TERBAIK untuk AL-Ghifari karna aku BANGGA menjadi bagian dari PENGURUS AL-Ghifari.

Bismillahirahmanirahim… Kujalani hari-hariku dengan banyak bertanya, mencari, mempelajari, berdiskusi dengan orang-orang yang kuanggap lebih berpengalaman dariku. Akupun dipertemukan dengan DEPUTI CREW, sebutan untuk Pengurus Departemen Keputrian. Di ruang TPAI AL-GHIFARI , awal mula kami bertemu. Kutatap wajah mereka satu persatu. Merekalah yang akan membersamaiku selama 1 tahun ini. Mimpi-mimpi akan kami rangkai bersama. Pembelajaranku pun bertambah. Aku belajar untuk mengenal karakter mereka, belajar memahami mereka, dan tentu saja belajar untuk membentuk sebuah Teamwork yang solid. Bukan hanya dengan DEPUTI CREW, tetapi juga dengan Badan Pengurus Harian (BPH) dan Kepala Departemen (Kadep) Al-Ghifari yang lainnya.
Inilah saatnya menunjukkan kemampuan,, kerja keras,, pengorbanan,
, pengabdian,, dan segala hal yang aku miliki agar menjadi sebuah T O T A L I T A S  dalam perjuangan. Aku ingin melakukan sesuatu yang BARU,, melakukan PERUBAHAN yg berarti.. Bersama 11 Personil Deputi, BPH dan Kepala Departemen serta seluruh pengurus Al-Ghifari yang lainnya. ”Ayo.. You can do it!!! SMANGADH…!!!!” ucapku menyemangati diri sendiri.

Aku mengelola DEPUTI dengan caraku sendiri. Karna aku yakin tiap kepemimpinan memiliki ciri khas masing-masing. Syuro yang kami lakukan tidak harus selalu di Masjid kampus. Tetapi juga di taman kampus, di kosan personil DEPUTI secara bergiliran, dan waktunya pun fleksibel, disesuaikan dengan jadwal masing-masing. Personil DEPUTI yang keselurahannya adalah wanita menjadi sebuah keuntungan dalam hal koordinasi. Selain itu, variasi kegiatan pun dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Teori membangun teamwork terlihat mudah,, tapi tidak pada tataran aplikasi. Teori menghadapi manusia itu mudah,, tapi tidak ketika kita sudah berinteraksi. Teori kedewasaan emosional juga mudah dipelajari,, tapi ternyata tidak mudah untuk membangunnya, itu yang aku rasakan di awal-awal kepengurusan. Seringkali terjadi ketidakcocokan dan kesalahpahaman. Dan aku menyadari, bahwa ini semua adalah proses. Karna pembentukan sebuah Teamwork yang solid itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar, setidaknya itu yang kurasakan.

Hal yang aku dan rekan-rekanku lakukan untuk dapat membangun sebuah Tim yang solid diantaranya dengan memberikan perhatian. Salah satunya  pada momentum milad. Biasanya jika ada salah satu dari kami yang milad, maka kami akan berkumpul, bukan untuk merayakan. Tetapi lebih kepada ajang silaturahmi sekaligus untuk mengakrabkan diri. Selain itu juga dengan diadakannya gathering, rihlah, dan tentunya acara makan bareng yang selalu dinanti. Ada satu hal lagi yag rutin dilakukan, yaitu silaturahmi kosan. Cara ini cukup ampuh untuk lebih mengenal karakter dan kepribadian seseorang.

Menjadi seorang Kepala Departemen Keputrian banyak memberikan perubahan dalam diriku. Aku yang dulunya pecicilan sangat (sampe sekarang juga masih siih,, tapi jauh lebih berkurang), yang dulunya suka gumurusuh alias riweuh sendiri (bahasa indonesianya apa yaa?..) menjadi ’sedikit’ lebih tenang. Aku yang dulunya agak kesulitan dalam mengatur jadwal, menjadi lebih terorganisir. Selain itu, dengan menjadi seorang Kepala Departemen Keputrian, aku jadi bisa mengenal tokoh-tokoh wanita hebat, menjalin silaturahmi dengan kaput-kaput dari Lembaga Da’wah Kampus (LDK) yang lainnya melalui Jaringan Muslimah (Jarmus) FSLDK, intinya nambah jaringan dan koneksi. Satu hal lagi, amanah ini benar-benar menjagaku. Ketika aku ingin melakukan sesuatu, jadi mikir dulu ”Apa pantas aku berbuat seperti ini?.. atau seperti itu?..” Bukan… bukan penilaian manusia yang aku khawatirkan, tapi penilaian ALLAH terhadapku. Itu jauh lebih penting.

Ketika aku menjadi seorang Kepala Departemen Keputrian, aku bersama dengan rekan-rekanku di DEPUTI CREW mempunyai misi untuk menjadikan para Muslimah menjadi muslimah yang Cantik (Cerdas, Antusias, Never Give Up, Inovatif, dan Kreatif). Dengan program kerja (proker) yang telah kami rangkai bersama. Mengajak teman-teman wanita untuk menutup auratnya di Gerakan tutup aurat pada acara J_Qchan (Jilbabqu Chantiq) Meyakinkan mereka bahwa setiap wanita itu cantik dengan apapun yang mereka miliki, Let’s say We are Beautiful no matter what the say di acara MUDA (Muslimah Tampil Indah & Beda), Mensyiarkan Islam melalui syair di MNC (Muslimah Nasheed Club), Membekali para muslimah dengan tsaqofah dan keterampilan serta pengembangan potensi di acara UCIWA (Ungkapan Cinta Wanita), Membuat kreasi melalui tulisan di Mading KREMUS (Kreasi Muslimah), dan lain sebagainya. Kami hanya berharap, apa yang telah kami lakukan,, dapat memberikan ”secuil” kontribusi bagi kemajuan da’wah. Terlebih da’wah muslimah.
Setelah beberapa lama menjabat sebagai Mas’ullah Alghifari, aku jadi paham bahwa ada beberapa peran strategis yang seharusnya dilakukan oleh seorang Mas’ullah atau Koordiantor akhwat, diantaranya :
a.Manager (pengoordinasi dan pembimbing para akhwat) Diperlukan stok pulsa yang berlebih, karena bakal sering jarkom sana-sini.
b. Upgrader (peningkat kapasitas dan kemampuan para akhwat)
c. Controller (pemantau kondisi ruhiy/amalan, fikriy
/akademis, jasadiy/kesehatan para akhwat)
d. Reminder (pengingat agenda-agenda dalam timeline yang telah disusun)
e. Penampung Aspirasi (terutama bila rapat terpisah karena mende
sak)
f. Pengomunikasi dengan Ikhwan (penyampai aspirasi) .
g. Memimpin eksekusi agenda khusus muslimah Bagian ini yang kusuka, aku bisa menentukan kebijakan-keijakan yang terkait dengan kemuslimahan, tentunya atas dasar keputusan bersama yang sebelumnya telah dirapatkan terlebih dahulu.
h. Penyeimbang dan back up kepala departemen (Mas’ul)
Ini dia yang kadang terasa berat. Kenapa berat?.. Karena untuk menjadi seimbang, kadangkala harus mengalah, dan kadang harus berusaha untuk tetap mempertahankan pendapat. Diperlukan kesabaran dan rasa toleransi ser
ta empati.

Hari demi hari aku lalui dengan pertemuan-pertemuan rutin mingguan baik dipagi hari sebelum masuk kuliah ataupun disore hari setelah selesai kuliah untuk membahas agenda-agenda da’wah yang sedang dan akan dilaksanakan oleh DKM AL-Ghifari. Dari mulai acara Tabligh akbar, berlanjut dengan Acara Al-Ghifari In Action (AGIA) yang berlangsung selama 1 bulan penuh dibulan Mei, kemudian ada agenda besar penyambutan mahasiswa baru angkatan 46 dengan nama Sapa Sahabat, diteruskan dengan Gebyar Ramadhan.

Ingin rasanya beristirahat sejenak dari semua agenda yang padat merayap itu. Jadwal kuliah yang sangat penuh, ditambah dengan tugas kuliah yang tak habis-habisnya Dan, disertai dengan undangan syuro, dauroh, dan agenda yang lainnya. Pikiran jadi crowded, kondisi fisikpun ikut-ikutan. Tapi,, aku tak ingin mengatakan aku LELAH,,  Aku hanya ingin bernafas sebentar saja, bolehkah?…

Dalam kondisi yang seperti itu, aku teringat akan sebuah pesan yang disampaikan oleh Almarhum Ust. Rahmat Abdullah ”Tidak ada lagi waktu bagi kita untuk beristirahat. Tugas da’wah kita terlalu banyak. Jika kau ingin istirahat wahai Pemuda, nanti ketika kau pijakkan kakimu di Syurga”.

Kembali meluruskan niat, karna ”Kamu adalah Umat TERBAIK” maka jangan pernah lelah mengukir prestasi dilembar sejarah. Katakanlah ”Aku ingin hidup 1000 tahun lagi” Karena itu perkataan pahlawan yang mungkin hidup hanya sebentar tapi namanya terus dikenang karna Amal Soleh. Musuh besar ada dihadapan kita yaitu SYAITHAN yang tak pernah lelah menggoda para pengukir Sejarah.

1 tahun kepengurusan telah berlalu, tiba saatnya aku mencari dan menetapkan calon penerusku di departemen keputrian. Dengan berbagai pertimbangan,, diskusi demi diskusi,, bismillah,, seorang stafku di Deputi  pun terpilih untuk meneruskan perjuanganku menjadi Kepala Departemen Keputrian DKM AL-Ghifari IPB.Dan, baru kualami, pembentukan karakter dan penokohan seseorang itu tidaklah semudah yang diucapkan. Membentuknya menjadi seorang Kepala Departemen Keputrian dengan memaksimalkan potensinya dan mensiasati kekurangannya,menumbuhkan kepercayaan dan keyakinan diri,, itulah yang coba aku lakukan… mewarisi idealisme kepada penerus dengan harapan… “dia bisa lebih baiik dariku,, meneruskan perjuangan dan mimpi-mimpi yang telah kami rangkai bersama”

10 januari 2010 merupakan acara suksesi AL-GHIFARI . Hari itu, ada sejarah dan pertanggungjwaban baru yang terjadi. Akhirnya, lepas sudah kesempatan beramal penuh di AL-GHIFARI. Rasa sedih, haru,bahagia, semuanya bercampur jadi satu. Saatnya.. estafet da’wah di emban oleh generasi-generasi penerus perjuangan, adik-adik angkatan 45 & 46.

Teringat ketika syuro-syuro awal kepengurusan,  ketika menyusun program kerja,targetan-targetan, dan mimpi-mimpi untuk AL-GHIFARI. Bersama, melewati hari demi hari, syuro demi syuro, kegiatan demi kegiatan. Semuanya masih terekam dengan jelas di ingatan.1 tahun yang telah berlalu, begitu banyak hal-hal yang telah terjadi…
Hal itulah yang selalu akan di rindukan…

Mas’ullah Al-Ghifari, sebuah gelar buatan manusia namun bagiku itu adalah amanah yang istimewa. Setelah kurang lebih satu tahun aku menjalani hari-hariku sebagai Mas’ullah, banyak hal yan telah aku pelajari, aku pahami, dan aku mengerti. Amanah yang membuat aku semakin yakin dengan jalan da’wah ini, amanah yang membuatku semakin paham dan mengerti tentang hakikat jalan ini, amanah yang mempertemukanku dengan saudara-saudara seperjuangan yang begitu hebat. Amanah yang pernah membuatku aku menangis, kesal, lelah, jenuh... Namun juga sering membuat aku haru, tertawa, bahagia, dan bersyukur. Dengan amanah itu, aku semakin bisa mendekatkan diri pada-Nya. Jadi teringat kata-kata dari Mbak senior di kampus. Beliau berkata ”Ketika seorang kader da’wah telah selesai menunaikan suatu amanah, maka carilah amanah yang baru. Tetaplah istiqomah walaupun kader da’wah tersebut terstrukturkan ataupun tidak terstrukturkan”.

Teruntuk Pejuang-pejuang da’wah Diploma IPB, teruslah berkarya dan ukir sejarahmu, terima kasih banyak  telah menjadi saudara-saudara yang hebat..3 tahun, bukan waktu singkat untuk dapat mengenal & memahami satu dengan yang lainnya… ”Sedetik di mata,, selamanya di jiwa… tak kan terlupa…” Tetap istiqomah dijalan para perindu dan pecintaNya ini..Ingatlah, perjuangan sebenarnya belumlah berakhir, masih banyak ladang-ladang da’wah lainnya yang harus di garap…

Saudaraku.,Rasa tangis ini tak kian surut..Tangis ini tak kian reda..Teringat haru, teringat canda, teringat suka, teringat duka kita..Itu lembaran kenangan sejarah kita..
Bukan aku, kamu, mereka, dia, kalian.Tapi kita..Karena kita keluarga….kini, esok, dan nanti…..Semoga  Allah izinkan kita dipertemukan di Jannah-Nya..


*** Tulisan ini dibuat dalam rangka berpartisipasi dalam pembuatan buku jejak langkah perjalanan da’wah kampus Diploma, semoga bisa diambil manfaatnya… Inilah ceritaku,, bagaimana denganmu kawan?…***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s